Sharing Folder menggunakan NFS dalam Linux Ubuntu

4 02 2014

Sering kali dalam penggunaan sehari-hari kita harus berbagi file, kadang menggunakan flashdisk, download, upload, virtual disk atau hanya sekedar sharing folder dalam satu network. Jika kita pengguna microsoft windows mungkin sudah terbiasa bagaimana cara kita berbagi file dengan cara sharing folder, ketika kita menggunakan sistem operasi linux terutama Ubuntu, bagaimana cara sharing folder berbeda machine? Berikut akan kita bahas lebih lengkap.

Seperti biasa jika kita akan melakukan sharing folder diantara dua machine atau PC, baik itu windows atau linux maka akan ada yang bertindak sebagai server dan client dengan simulasi server misal menggunakan ip address 192.168.0.10 dan client menggunakan 192.168.0.20, maka perlakuan server dan client akan berbeda, pertama untuk disisi server pemberi sharing folder yang pertama harus dilakukan adalah install nfs-kernel-server di ubuntu server dengan perintah.

ubuntu@ubuntu:~$ sudo apt-get install nfs-kernel-server

Kemudian tentukan nama folder yang akan di-share, host yang dapat mengakses folder dan opsi lainnya dalam file ‘/etc/exports’ dengan contoh syntax sebagai berikut (tanda bintang berarti bisa diakses oleh client manapun, jika hanya bisa diakses oleh client tertentu maka tanda bintang dapat diganti menjadi ip_address client yang dimaksud):

/ubuntu  *(ro,sync,no_root_squash)
/home    *(rw,sync,no_root_squash)

atau

/ubuntu  192.168.0.20(ro,sync,no_root_squash)
/home    192.168.0.20(rw,sync,no_root_squash)

sedangkan opsi yang selalu digunakan dalam NFS server adalah:

  • rw / ro: Jika opsi rw maka membolehkan client untuk dapat read dan write terhadap folder yang dishare, jika ro maka client hanya boleh read terhadap folder yang dishare

  • sync: Opsi ini memberi tanda proses synchronize terhadap folder yang di-share hanya sekali ketika terjadi perubahan data didalam folder tersebut

  • no_subtree_check: Opsi ini mencegah terjadinya pembacaan subtree. Ketika sebuah folder yang dishare merupakan bagian dari file system yang besar, maka nfs akan melakukan scan terhadap folder yang berada diatasnya, untuk mendapatkan informasi hak akses dan info detail lainnya. Menon-aktifkan scan subtree bisa menambah keandalan dari NFS tersebut, tetapi akan mengurangi keamanan data

  • no_root_squash: Opsi ini membolehkan root untuk tersambung ke folder yang di share

Setelah proses edit file ‘/etc/exports’ kemudian lakukan proses start nfs-kernel-server dengan perintah sebagai berikut:

ubuntu@ubuntu:~$ sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server start

atau

ubuntu@ubuntu:~$ sudo service nfs-kernel-server start

Setelah melakukan persiapan disisi server nfs selesai, perlu juga dilakukan persiapan disisi client yang akan membaca share folder nfs tersebut, dengan langkah pertama sebagai berikut:

ubuntu@ubuntu:~$ sudo apt-get install nfs-common

Kemudian buat folder di local client yang akan menjadi directory mounting misal dengan menggunakan folder ‘/local/ubuntu’ atau ‘/local/home’ kemudian coba lakukan proses mounting dari client terhadap server nfs dengan perintah sebagai berikut:

ubuntu@ubuntu:~$ sudo mount 192.168.0.10:/ubuntu /local/ubuntu

Pada dasarnya ketika proses sudo mount dilakukan maka terjadi mapping isi folder antara /ubuntu yang berada di 192.168.0.10 ke folder /local/ubuntu yang berada di 192.168.0.20, jika proses mounting tidak ada error maka proses selanjutnya kita akan melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa proses mount berhasil dilakukan dengan cara login ke server kemudian lakukan perintah berikut:

ubuntu@ubuntu:~$ touch /ubuntu/example

Kemudian lakukan ls di folder ‘/ubuntu’ dan di sisi client pun lakukan ls di folder ‘/local/ubuntu’, jika file ‘example’ ada di kedua folder tersebut maka proses mount berhasil dilakukan.

Perlu diketahui penggunaan perintah sudo mount hanya bersifat sementara jika client 192.168.0.20 mengalami shutdown atau restart maka mount tersebut akan hilang, jika menginginkan mount yang permanen maka dapat dilakukan dengan cara buka file ‘/etc/fstab’ kemudian tambahkan baris perintah sebagai berikut:

192.168.0.10:/ubuntu /local/ubuntu nfs rsize=8192,wsize=8192,timeo=14,intr

Kemudian save file tersebut dan lakukan restart client, ketika restart selesai maka folder /local/ubuntu akan langsung mount folder /ubuntu yang berada di 192.168.0.10 secara otomatis.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: