Sharing Folder menggunakan NFS dalam Linux Ubuntu

4 02 2014

Sering kali dalam penggunaan sehari-hari kita harus berbagi file, kadang menggunakan flashdisk, download, upload, virtual disk atau hanya sekedar sharing folder dalam satu network. Jika kita pengguna microsoft windows mungkin sudah terbiasa bagaimana cara kita berbagi file dengan cara sharing folder, ketika kita menggunakan sistem operasi linux terutama Ubuntu, bagaimana cara sharing folder berbeda machine? Berikut akan kita bahas lebih lengkap.

Seperti biasa jika kita akan melakukan sharing folder diantara dua machine atau PC, baik itu windows atau linux maka akan ada yang bertindak sebagai server dan client dengan simulasi server misal menggunakan ip address 192.168.0.10 dan client menggunakan 192.168.0.20, maka perlakuan server dan client akan berbeda, pertama untuk disisi server pemberi sharing folder yang pertama harus dilakukan adalah install nfs-kernel-server di ubuntu server dengan perintah.

Read the rest of this entry »

Advertisements




Mengetahui Ukuran Total Beberapa File dalam Linux

21 03 2012

Mungkin banyak diantara pembaca yang sudah mengetahui tentang hal ini, tetapi untuk menambah pengetahuan pembaca lain ada baiknya hal ini saya bagi, banyak perintah yang harus diketahui dalam operasi linux diantaranya bagaimana mengetahui ukuran total satu atau beberapa file dalam sebuah folder didalam system operasi linux dengan pola tertentu, misal jika kita mempunyai beberapa file yang dengan penamaan file diawali dengan pola “tahun-bulan-tanggal” dengan format “yyyy-MM-dd”, maka untuk menghitung berapa besar ukuran file – file dalam satuan byte maka dapat menggunakan perintah sebagai berikut:

ls -lt *pola_file* | awk '{tot += $5} END {tot=tot ; printf("TOTAL SIZE (byte) : %4.2f\n", tot)}'

yang akan menampilkan hasil seperti berikut:

TOTAL SIZE (byte) : "ukuran file dalam byte"

Read the rest of this entry »





Membersihkan Cache dari Phisycal Memory di Linux OS

22 01 2011

English Version

Seperti yang telah diketahui pada umumnya, sistem operasi Linux terkenal dengan fasilitas memory management yang matang, dimana system maksimal dalam mempergunakan ruang extra dalam memory sebagai media simpanan cache. Bagian yang kosong dari memory tersebut seharusnya dapat dengan bebas digunakan oleh proses yang sedang berjalan dalam sistem operasi tersebut. Tetapi sayangnya ada beberapa distro Linux yang tidak menyertakan fasilitas ini secara otomatis, seperti yang saya gunakan sekarang OpenSuse 11.2 32bit dan 64bit, mungkin para developer distro tersebut berpikir menghilangkan memory cache tidak terlalu penting untuk menyediakan ruang memory kosong agar system berjalan secara maksimal.

Saat ini saya sedang memelihara sebuah server dengan memory 8GB, disaat server ini pertama kali jalan atau ketika melakukan restart, dapat terlihat menggunakan perintah “top” ketersediaan physical memory sangat banyak. Bisa dikatakan dari 8GB memory yang tersedia hanya terpakai 500MB saja, namun ketika system operasi sudah berjalan lebih dari 2 hari dengan aplikasi yang berjalan diatasnya adalah aplikasi java platform dan database MySQL maka sudah dipastikan server akan crash karena kehabisan ruangan kosong di memory sedangkan JVM cache management dan dabase cache system sudah disetting secara maksimal supaya tidak menghabiskan ruang di physical memory, dan hal tersebut mengharuskan saya untuk melakukan manual restart secara berkala.

Read the rest of this entry »